Sunday, 18 November 2018

Masjid Lawang Kidul, Palembang


Hajat hati untuk melihat masjid yang dibina pada tahun 1890 M diteruskan dengan menahan beca motor. Pak beca seakan tidak pasti lokasinya dan sepanjang perjalanan selama 30 minit pergi kami singgah-singgah bertanya orang. .
.
Yea! like a tressure hunt kami melalui pasar,  kawasan pemunggahan barang, perkampungan dan jalan yang dalam pembinaan yang penuh debu dan batu-batu. Saya berterima kasih kepada Pak Beca Motor yang berusaha mencari apabila dia dengar saya dari Malaysia dan setelah saya terangkan kenapa mahu ke sana. Memang pelik sebab jarang orang melawat ke sana. Ya! dikira jauh juga sebab menaiki beca motor 😁 boleh gugur jantung saya. Saya berdoa awan yang cerah berterusan sebab kalau hujan habislah.
.
Finally, setelah tanya orang sana sini kami jumpa Masjid Lawang Kidul yang dibina oleh Kiai Morgan pada tahun 1890 ni. Yea! Senibinanya masih terpelihara dan dalam proses dibaikpulih lagi. Berada di dalam masjid ini terasa mengimbau pada zaman 1890 apabila melihat senibinanya yang cantik, menggunakan kayu ratusan tahun dahulu. Terima kasih kepada penjaga masjid yang mengiringi saya hingga ke bumbung atas.
.
Hari ni saya try naik beca motor pula explore Palembang mencari Masjid yang tua di Palembang terletak di tepian Sungai Musi. Ada berani tak? Yes! Saya sudah melepasi cabaran itu.  Perjalanan lebih kurang 30 minit dari Kota Palembang merentasi kampung,  kawasan perusahaan, pasar dan jalan yang sedang dalam pembinaan. Alhamdulilah cuaca terang benderang dan Ya Allah, sepanjang perjalanan  30 minit  itu, telah melihatkan pelbagai perkara what i called it "That's Life'.
.
.


Sampai dah








Tiang seri diperbuat dari kayu jati


Tabuk ni...mungkin seusia masjid ni.





Dulu bahagian hadapannya di Sngai Musi laluan kapal pedagang




Sumber : Wikipedia.
Masjid Lawang Kidul termasuk salah satu masjid tertua di Kota Palembang Sumatera Selatan. Masjid ini berdiri pada tahun 1890 dan memegang peranan penting baik sebagai pusat penyebaran Islam maupun dijadiakan markas para pejuang setempat pada masanya. Material Masjid ini terbuat dari campuran batu kapur dengan putih telur dan pasir, sehingga membuat masjid ini dapat bertahan dengan lama. Menurut informasi dari situs Antara Sumsel bangunan induk masjid ini sebahagian besar tetap terjaga keasliannya dan hampir 99 persen masih merupakan bangunan asli dan belum ada yang diganti.

Masjid Lawang Kidul sangat identik dengan Masjid Kiai Merogan karena memang sama sama dibangun oleh Kiai Merogan di era yang nyaris bersamaan. Masjid Lawang Kidul berada di tepian Sungai Musi, di kawasan Kelurahan Lawang Kidul, Kecamatan Ilir Timur II, Kota Palembang. Lokasinya persis bersebelahan dengan Kawasan Pelabuhan Boom Baru, pelabuhan tua di tepian Sungai Musi di kota Palembang yang masih berfungsi hingga kini. Dan juga tidak terlalu jauh dari Pasar Kuto.






Saturday, 17 November 2018

Al Quran Al Akhbar di Gandus, Palembang


Alhamdullilah, syukur . Akhirnya tercapai hajat 2 tahun lalu untuk ke sini.Amin. Melihat dengan mata sendiri tidak sama dengan mata yang membaca. Sungguh indah dan menakjubkan. My moments.
.





Sumber dari wikipedia.;
Al Quran Al-Akbar atau yang juga sering disebut Al Quran Raksasa yang berada di kota Palembangberalamat di Pondok Pesantren Al Ihsaniyah Gandus Palembang. Terdapat 30 juz ayat suci Al-Quran yang berhasil dipahat/diukir ala khas Palembang dalam lembar kayu dan menghabiskan kurang lebih 40 meter kubik kayu tembesu dengan biaya tidak kurang Rp 2 miliar, dimana masing-masing lembar ukuran halamannya 177 x 140 x 2,5 sentimeter dan tebal keseluruhannya termasuk sampul mencapai 9 meter.




Al-Quran yang terdiri dari 630 halaman ini juga dilengkapi dengan tajwid serta doa khataman bagi pemula. Setiap lembar terpahat ayat suci Al-Quran pada warna dasar kayu coklat dengan huruf arab timbul warna kuning dengan ukiran motif kembang di bahagian tepi ornamen khas Palembang yang sangat indah di pandang dan enak dibaca. Proses pembuatannya sendiri memakan waktu relatif lama, sekitar tujuh tahunan.






Al Quran Raksasa ini terbesar dan pertama di dunia dalam bentuk Al Quran 30 juz yang di buat pada media dari kayu jenis tembesu. Al-Quran terbesar ini sebelum resmi dipublikasikan, sengaja di pajang seluruh ayat-ayat suci di dalam ruang pamer Masjid Agung Palembang selama tiga tahun untuk mendapat koreksi dari seluruh umat.






Masjid bersebelahan








Jakabaring, Palembang


Saya sampai di Jakabaring yang terkenal dengan soprt city yang telah berlangsung 18th Asean Sea Games pada 18.8.2018 yang lalu. 


Stadium Gelora Sriwijaya





Jakabaring Park 




Jakabaring Rowling Lake




Jakabaring Rumah Adat

Ada banyak rumah adat ni tetapi saya hanya berfoto dengan yang saya anggap menarik di amta saya sahaja.









Kemudian kami meneruskan perjalanan cari makanan sekejap dan seterusnya menuju ke hotel. Hotel pilihan saya adalah RedDoorz di Kota Palembang.


Rehat dulu sebelum teruskan berjalan-jalan.


Masjid Laksmana Cheng Ho Palembang


Rezeki kami hari ini, melewati kawasan ini azan sedang berkumandang so kami terus solat berjemaah di sini. Ramai jugak orang.









Masjid Cheng Hoo Palembang sebenarnya bernama Masjid Al Islam Muhammad Cheng Hoo Sriwijaya Palembang adalah Masjid bernuansa Muslim Tionghoa yang berlokasi di Jakabaring Palembang. Masjid ini didirikan atas prakarsa para sespuh, penasehat, pengurus persatuan Islam Tionghua Indonesia (PITI) Sumsel, dan serta tokoh masyarakat Tionghoa di sekitar Palembang. Masjid yang didirikan warga keturunan ini juga memiliki imam baru yang sudah hafal 30 juz dari kitab suci umat Islam, Al-Quran yaitu Choirul Rizal.
Selain itu, Mesjid yang dibangun dengan perpaduan unsur Cina, melayu, dan nusantara ini sudah menyelesaikan beberapa bagian masjid seperti rumah imam, pagar sekeliling, dan mengaktifkan Tempat Pendidikan Al-Quran untuk anak-anak secara gratis. Pembangunan masjid ini diawali dengan peletakkan batu pertama 2003. Modal awal pembangunan masjid itu sekitar Rp 150 juta dari hasil kumpul-kumpul dengan kawan-kawan di PITI. Tanah tempat masjid berdiri merupakan hibah dari pemerintah daerah dan baru diresmikan pada 2006..
Sumber wikipedia.













Jalan-jalan di Viva Mall

Cuti saya diteruskan di sini pula. jalan-jalan tengok apa yang menarik


Saya menuju ke Viva Mall